Social Icons

Pages

Monday, May 4, 2009

nakaha

Bicara tentang MENIKAH, seringkali orang hanya mengasosiasikannya dengan kebutuhan individu, urusan pribadi, atau paling jauh urusan keluarga besar si calon pengantin. Padahal, pernikahan yang sah dan suci merupakan salah satu tiang penopang kesucian masyarakat. Bahkan pernikahan sah dan suci merupakan hajat dari masyarakat itu sendiri.

Perkawinan sebagai kemaslahatan sosial

Bicara tentang MENIKAH, seorang ulama pakar Pendidikan Anak dalam Islam Dr Abdullah Nashih Ulwan berpendapat bahwa menikah dapat dikatakan sebagai kemaslahatan sosial.

Pertama

Menikah melindungi kelangsungan species manusia.

Allah SWT Sendiri Yang telah menjelaskan dalam KitabNya:

ist2_3139917_wedding_rings_3dHai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS AnNisa ayat 1)

Dan juga di ayat lain pada Kitab yang sama:

Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni`mat Allah?”

(QS An Nahl ayat 72)

Sepertinya sisi manfaat yang ini agak kurang dibahas secara mendalam dalam khutbah-khutbah nikah maupun buku-buku yang menganjurkan menikah. Namun beberpa waktu yang lalu ada berita bahwa sejumlah pria mengajukan permintaan kepada lembaga-lembaga terkait agar mereka diperkenankan mempunyai anak kandung tanpa menikah. Caranya? Ada yang minta dibuatkan bayi tabung dari ibu yang entah siapa (tanpa mau berinteraksi dengan ibu si bayi), ada yang bersedia sewa rahim wanita dan lain-lain.

Agak mengerikan memang, jika kita melihat perkembangan dunia barat yang semakin hari semakin melucuti fitrah dan berusaha memasang kembali dengan rekaan sendiri. Seolah seperangkat fitrah adalah potongan jigsaw puzzle yang dapat dibongkar pasang semaunya dengan urutan yang berbeda.

Kedua

Perkawinan melindungi keturunan.

Anak yang lahir melalui pernikahan yang sah memiliki suatu rasa aman tersendiri dalam hal status. Meskipun mungkin seseorang tak pernah memikirkan rasa aman ini dalam kehidupannya sehari-hari, namun dampak absennya rasa aman ini justru dapat dilihat pada anak-anak yang lahir dengan asal-usul yang dirahasiakan ibunya. Menurut Abdullah Nashih Ulwan: “Sekiranya tidak ada perkawinan yang disyariatkan Allah, niscaya masyarakat …….Yang demikian itu adalah yang sangat berat bagi nilai-nilai moralitas yang menyebabkan timbulnya kerusakan dan sikap permisif”[1]

Ketiga

Melindungi masyarakat dari dekadensi moral

Tersebarnya berbagai kemaksiatan dewasa ini sudah sangat tampak di permukaan. Jika zaman dulu orang masih malu-malu untuk berpacaran di muka umum, semakin tuanya umur dunia ini orang semakin berani memamerkan kemaksiatannya. Sebagian sebab tersebarnya kemaksiatan ini adalah karena dewasa ini lembaga perkawinan sudah semakin diserang oleh perang pemikiran sehingga mulai timbul keengganan kaum muda untuk segera menikah. Pasangan sah yang suci menjadi tidak penting, manakala masyarakat sudah semakin permisif terhadap hubungan di luar nikah, maka lembaga perkawinan semakin dijauhi, dan kerusakan moral semakin sulit dibendung.

Keempat

Melindungi masyarakat dari penyakit

Sebagaimana dengan yang ketiga tadi, semakin dijauhinya lembaga pernikahan maka masyarakat sebenarnya semakin dirugikan. Berbagai penyakit sudah puluhan tahun dikenali sebagai penyakit akibat hubungan sex bebas. Semakin banyak aktivitas haram ini, maka semakin luas dan banyaknya penyebaran penyakit terkait perilaku sex bebas. Bahkan kemudian bermunculan jenis baru atau varian baru dari penyakit lama. Beberapa varian penyakit bahkan sudah berkembang mematikan dan sulit diobati. Kemudian sudah diketahui bahwa penyakit seperti AIDS yang penyebaran utamanya lewat sex bebas ternyata juga dapat membahayakan keturunan maupun anggota keluarga si sakit. Bukan hanya si pendosa yang terkena dampaknya, tapi juga orang sekeliling.

Kelima

Menumbuhkan ketentraman rohani dan jiwa

Dengan tegas Allah SWT Menyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

QS Ar Rum 21

Merasa tentram merupakan janji Allah SWT setelah kita melakukan ketaatan menjalankan syariat Allah yaitu pernikahan sah, yang kemaslahatannya bagi manusia itu sendiri. Bahkan Allah juga Menjadikan rasa sayang dan kasih (Mawaddah dan rahmah) antara dua anak manusia yang semula asing dan tidak bertalian darah, kemudian dipersatukan oleh tali dari Allah SWT. Berapa banyak persoalan masyarakat yang timbul disebabkan oleh keresahan dan kegelisahan satu atau lebih anggota masyarakat?

Jika seseorang gelisah, ia berpotensi menyebabkan orang lain gelisah, ia juga berpotensi membuat orang lain bahkan marah karena tingkah lakunya yang tidak baik. Banyak keburukan yang mungkin timbul yang bersumber dari kegelisahan seseorang yang tak terkendali. Pernikahan memberikan ketentraman ini. Berarti pernikahan telah turut serta secara aktif mengatasi ancaman serius yang mungkin dihadapi masyarakat akibat resahnya seseorang.

Keenam

Kerjasama suami istri mendidik anak sebagai bagian dari tugas sebagai anggota masyarakat.

Dengan mengucapkan janji setia untuk hidup bersama di hadapan Allah Azza wa Jalla, sepasang insan yang menikah telah membangun sebuah komitmen bersama untuk mencetak generasi masa depan. Masyarakat, sebagai sebuah kumpulan sosial, membutuhkan regenerasi para pemain dan pengambil keputusan. Para tokoh hari ini akan menjadi sejarah di masa depan, sementara kanak-kanak hari ini adalah para penggantinya. Kita sudah membahas dalam rubrik ini sebelumnya, tentang pentingnya masa kanak-kanak dalam pembentukan kepribadian yang sehat, maka kita segera sadar betapa pentingnya peran lembaga keluarga dalam merajut masa depan masyarakat tersebut. Dengan melihat betapa pentingnya masa kecil dalam membentuk kepribadian yang sehat, maka keluarga yang baik dengan ayah dan ibu yang bekerjasama mendidik anak-anaknya adalah elemen penting sebuah masyarakat.

Di dalam pernikahan yang suci juga akan tumbuh fitrah rasa kebapakan dan fitrah rasa keibuan pada diri pasangan suami istri tersebut saat mereka mulai dikaruniai amanah anak.

Begitulah, ternyata menikah bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga urusan masyarakat. Semakin tertibnya suatu masyarakat dalam penataan keluarga maka semakin baik pula keadaan masyarakat itu sendiri. Anak-anak terdidik dengan baik di keluarga-keluarga yang baik, para bapak merasa tentram dalam pernikahannya dan demikian juga para istri. Para pemuda yang sudah sanggup menikah segera menikah tanpa beban mental karena masyarakat mendukung sepenuhnya, sementara para pemudi aman dari keisengan pemuda jalang sebab masyarakat ini tidak memilikinya. Penyakit menular akibat hubungan sex bebas tak menghantui masyarakat, generasi muda terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya.

Pada gilirannya, generasi pengganti yang lahir adalah generasi yang sehat, berkepribadian kuat dan akhlaq mulia. Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur, Insya Allah

….ERAMUSLIM…


TULISAN UNTUK KETTI

KETTI AISYAH

Paling Kanan : KETTI AISYAH (Alm)

We, at her wedding, ki-ka : Adisti, Aku, Indri, Ketti A

Nama gadis yang berdiri paling kanan di foto itu adalah Ketti Aisyah. Dia kukenal pertama kali ketika ospek kuliah. Berperawakan kecil, hitam manis, berkacamata, imut-imut dan cantik. Awalnya kupikir Ketti tidak satu program studi denganku. Ketika kumpul-kumpul aku baru tahu ternyata kita SATU KELAS.

Meski kecil, dia lebih tua dariku. Kelahiran 1982. sudah bisa ditebak, Ketti menjadi bulan-bulanan di kelas. Julukan ’TUA’ sudah tidak asing lagi dialamatkan padanya-karena biasanya anak seangkatanku berkelahiran 1983-1985.

Selama kurun waktu kuliah dulu, ada beberapa momen kedekatan aku dengannya. Aku masih ingat ketika akhir tingkat satu. Dia meminta pendapatku untuk mengikuti satu mata kuliah Gizi dan Pangan (GIPANG) di saat semester pendek. Maklum saja karena tidak banyak mahasiswa yang mengambil mata kuliah di semester pendek ini. Aku bilang padanya : ’ikut saja ket, karena semester reguler kita bisa ambil lebih sedikit, tapi terserah kamu, kalo tidak sanggup jangan dipaksakan’. Akhirnya ia menuruti pendapatku. Tidak tanggung-tanggung pula, ia mengambil 3 mata kuliah sekaligus, sama denganku.

Jadilah kami lebih intens berinteraksi. Selama semester pendek ini, aku sering bersamanya. Senin pagi, biasanya kami berangkat kuliah langsung dari rumah masing-masing di bilangan Jakarta Selatan. Terkadang aku janjian dengannya menaiki angkot yang sama menuju Bogor-tempat kuliah kami. Terminal Lebak Bulus adalah saksi bisu dari setiap momen di Senin pagi :)

Semester pendek berlangsung hampir 2 bulan. Selama kurun waktu itu jualah aku belajar mengenal Ketti. Bagiku, setiap manusia mempunyai keunikan masing-masing. Tidak ada manusia yang sama di dunia ini. meski sepasang kembarpun, pasti selalu ada yang membedakan, baik secara fisik maupun sifat. Begitupun dirinya. Ketti adalah pribadi yang unik. Dibalik fisiknya yang imut, tersimpan pribadi yang tangguh. Ia bisa dibilang pribadi yang mandiri. Mentalnya sangat kuat. Pernah ia curhat padaku akan konflik yang terjadi dalam keluarganya. Dan yang membuatku mengacungkan jempol adalah dia berjuang untuk menjadi problem solver. Resiko besar yang dia ambil, karena tidak mudah menengahi konflik di keluarga.

Darinya aku belajar banyak. Belajar dari aktifitas bisnis yang dia geluti, kesabarannya atas bercandaan teman-teman di kelas, sampai kebaikan dan ketulusan hatinya. Masya ALLAH, sungguh kau sosok yang luar biasa Ketti. Aku rindu padamu. Rindu akan kebersamaan kita.

Harmoni kedekatan dengannya bak air laut : PASANG dan SURUT. Ada kalanya aku jengkel atas kelakuannya. Tapi menurut prediksiku, aku yang lebih banyak berbuat tidak baik padanya. Contohnya saja ketika aku bertandang ke kost-kostannya. Waktu itu aku dan teman-teman biasa mengadakan kelompok belajar menjelang ujian. Ketti satu kost dengan dua temanku lainnya. Kebetulan aku sedang singgah dulu di kamarnya sebelum belajar dimulai. Kamipun terlibat obrolan ringan.

Waktu itu kami membicarakan ulah teman satu kelasku. Dan yang bikin seru adalah kita mendapatkan perlakuan yang sama atas perlakuan temanku itu. Aku cerita sekenanya. Ketti pun demikian. Sampai pada satu hal yang hanya sedikit diungkapkan oleh Ketti. Salahnya dia terlanjur mengatakannya. Karena sifatku yang mudah penasaran, aku memaksanya, dari cara halus sampai ngambek padanya. Ketti tetaplah Ketti. Dia memiliki keteguhan yang luar biasa. Aku pun tidak sanggup membuatnya berbicara banyak. Tapi bukan itu yang mau aku ungkapkan. Akhir pembicaraan kamilah yang tidak baik. Waktu itu, karena terlalu kesal, Ketti pun pergi dari kamarnya, MENINGGALKAN AKU SENDIRI. Aku tersinggung. Akhirnya akupun pergi dengan terlebih dahulu mengucap salam padanya.

Dalam perjalanan pulang, aku berpikir banyak. Ada rasa sesal dalam hatiku. Aku pikir apa yang aku lakukan biasa saja. Caraku juga tidak heboh-heboh amat. Tapi mungkin yang membuatnya berbeda adalah karena ia seorang Ketti. Dibalik ketangguhannya, ada sisi sensitif. Wah, aku harus banyak belajar lagi. Pikirku saat itu.

Esok harinya, aku hanya berbicara dengannya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Meski ada rasa ingin membahas kepergian dari kamarnya semalam. Tapi aku takut menyinggungnya lagi atau mungkin dia tidak ingin membahasnya. Aku hanya bisa menebak-nebak saja. Dan kuputuskan aku harus menutup ’kasus’ ini. Jadilah aku melupakan kejadian itu. Padahal ada rasa penyesalan yang ingin aku ungkapkan padanya secara lebih mendetail dan tidak hanya sekedar mengatakan : I AM SORRY !. Tapi karena kesibukan kuliah dan urusan-urusan lainnya, akhirnya aku mem-peti es-kan keinginan itu. Sampai aku mendapatkan kabar bahwa ia sedang menjalani terapi atas sakit yang dideritanya. Dan parahnya aku belum menyempatkan menjenguknya saat itu. Aku hanya bisa sekedar sms dan memberikan motivasi untuknya.

Lama tak ada kabar darinya, ternyata dia sedang merencanakan pernikahan. Wah, kabar yang sangat mengejutkan. Di balik sakit yang dideritanya, dia masih menyempatkan diri merancang kabar gembira ini untuk orang-orang di sekitarnya.

Singkat cerita, aku pun datang ke perhelatan akbarnya. Dia terlihat cantik dalam balutan baju pengantin bertema ’white’ itu. Lama tak bertemu, dan sekalinya bertemu, dia terlihat makin cantik. Senang sekali melihat Ketti setelah berbulan-bulan lamanya.

Selama prosesi pernikahan, aku mencoba mengulas rekam jejak pergumulan hubunganku dengannya. Dari mulai aku melihatnya pertama kali sampai sms terakhir sebelum hari ini : HER WEDDING ! Bunyi sms itu kira-kira seperti ini : ’Islam, badan Ketti sakit banget, seperti ditusuk jarum, kalau sudah begini Ketti hanya diam di tempat tidur, tidak bisa kemana-mana’. Mendapatkan sms ini, aku langsung menangis, aku dapat merasakan ujian yang sedang dijalaninya. Ya ALLAH, tabahkanlah Kettiku. Berilah Ia kekuatan, ya Rabb.

Sungguh, di antara teman-temanku lainnya, dia salah satu orang yang berkesan dalam sejarah hidupku meskipun sebentar sekali momen kedekatan itu. AKU SAYANG KAMU, KETTI. Ingin rasanya kuungkapkan ini. Ya, karena Ia : KETTI AISYAH sudah menghadap Ilahi Rabbi, Sang Pencipta ! TEPAT 5 BULAN SETELAH PERNIKAHANNYA.

Sampai dengan detik ini pun aku tidak sanggup memikirkan sosoknya. Hal yang paling membuatku belum mampu memaafkan diriku sendiri adalah ketidaksanggupanku meluangkan waktu sekedar menjenguknya. Bagaimana tidak, aku benar-benar egois saat itu. Demi meluluskan keinginan untuk bertemu dengan petinggi rektorat dalam hal kepengurusan pencalonan Mahasiswa Berprestasi yang sedang kujalani, aku SANGGUP menolak ajakan teman-teman untuk menjenguk Ketti selepas kuliah. Saat itu memang ada rasa untuk membatalkan janji. Tapi, aku tidak sanggup melakukannya.

———– : ’EGOIS ! Aku benar-benar EGOIS ! Coba pikirkan, Islamiarani ! Ketika kamu sakit, siapa orang yang dengan ikhlasnya membawakan semua buku-buku kuliah dari kostanmu di Bogor ke rumah sakit di Jakarta-tempatmu di rawat. Siapa Islamiarani, siapa kalau bukan KETTI. Padahal ketika itu, ia seharusnya dapat memanfaatkan waktunya untuk belajar menghadapi ujian semester pendek. Tapi kamu tetap saja tidak mau mengerti. Kamu selalu bisa mengandalkannya, ya, karena hanya dialah yang bisa kamu harapkan. Ketti selalu bersamaku menghadapi semester pendek saat itu. Tapi sekarang apa balasanmu ?? Apa ?? Tega sekali kamu Islamiarani, menjenguknya saja tanpa harus repot-repot membawakan barang keperluannya apalagi buah tangan untuknya, kamu tidak sanggup melakukannya. Sungguh keterlaluan.’———–

Beginilah terkadang hati kecilku berbicara kala aku teringat dia : KETTI AISYAH. Pedih dan sejuta rasa penyesalan selalu hadir bila namanya terlintas dalam pikiranku. Untuknya, aku hanya bisa berucap : MAAFKAN AKU, KETTI !

SEMOGA MALAIKAT BERSEDIA MENYAMPAIKAN MAAFKU UNTUKMU.

http://www.anekayess-online.com/cerpen/archieve.php?start=0&num=30&cat=/cerpen

Aktivitas Terpenting Pacaran Islami

2007 Mei 11

Pada artikel terdahulu, telah kutegaskan bahwa berduaan bukanlah aktivitas utama dalam pacaran islami. Sebabnya, antara lain: berduaan bukanlah tanda cinta sejati. Lantas, apa aktivitas terpenting pacaran islami?

Apakah yang terpenting itu, saat berkunjung (’apel’) pakai baju koko? Masuk rumah pacar mengucap salam? Saat berbincang-bincang dipenuhi dengan saling menasihati?


Hmm… Pakai baju koko (menutup aurat), mengucap salam (mendoakan), dan saling menasihati memang islami, tapi bukan aktivitas terpenting. Tanpa pacaran pun, cuma sebatas teman, itu semua bisa dilakukan.

Terus, apakah aktivitas utama ‘pacaran islami’ adalah taaruf?

Hmmm… Banyak orang menyangka begitu, bahkan tak sedikit yang mengidentikkan ‘pacaran islami’ dengan taaruf. Tapi, apa memang begitu?

Enggaklah. Udah baca artikel “Taaruf: Sebuah Istilah Yang Asal Keren?” ‘kan?

Di situ kuungkapin bahwa untuk menuju pernikahan, kita tidak lagi diperintahkan oleh Rasulullah saw. untuk taaruf, tetapi tanazhur. Nah, mengikuti sunnah Rasul ini, tanazhur lah aktivitas utama pacaran islami.

Trus, apa tanazhur itu emang beda ama taaruf?

Ya iya lah. Semua hadits (yang sah) yang relevan dengan hal ini selalu menyebut tanazhur dan tak pernah menyebut taaruf. Klo sama ‘kan mestinya istilah taaruf disebutkan pula sesekali. Nyatanya, satu kali pun tidak. (Kenapa ya, kok ada yang begitu fanatik sehingga mengklaim bahwa Islam hanya mensyariatkan taaruf untuk menuju pernikahan, padahal dalilnya nggak ada?)

Lantas, apa makna tanazhur? Apa bedanya dengan taaruf?

Pada garis besarnya, taaruf = “saling kenal”, sedangkan tanazhur = “saling perhatian”. Pada taaruf, yang berfokus pada informasi tentang baik-buruknya si dia, kecerdasan logis-matematis lebih berperan. Pada tanazhur, yang berfokus pada rasa cinta kepada si dia, kecerdasan emosional lebih berperan.

Untuk rincian penjelasannya ntar dulu lah. Insya’Allah pada postingan mendatang kujelasin; itu pun kalau para pembaca tertarik. Kamu tertarik nggak?

Wednesday, April 29, 2009

kisah

kisah wanita malang
hi nama gue moaya , salam kenal ya ......

pada suatu kisah ada seorang wanita yang hidup di suatu daerah pedesaan yang terpencil pada suatu ketika ia menikah dengan seorang pemuda yang meninggalkan 1 anak dari suami yang meniggalkannya dengan menikah lagi dan kabur entah kemana, seorang wanita ini yang tinggal hanya dengan ayahnya saja karena ibunya telah meninggal ia frustasi dan memutuskan untuk pergi ke luar negri untuk berkerja menjadi pembantu , lalu ia pergi dan meninggalkan anaknya dan ayahnya , ia berkerja dengan penghasilan 600 real perbulan ia mendapatkan majikan yang kurang baik karena ia menjadi korban pemerkosaan oleh majikannya tersebut dan gajinya selama 8 bulan tidak di bayar lalu ia kabur ke maktab akan tetapi ia di tangkap oleh petugs dan dipertanyakan ighomanya kenapa tidak punya ighoma kata petugas , wanita ini telah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya akan tetapi ia tetap salah karena ia tidak mepunyai ighoma lalu ia di bawa ke penjara dan pada saat di penjara seorang polisi yang melihat ke cantikkannya ternyata ia berniat tidak baik juga pada akhirnya ia kembali di perkosa oleh petugas tersebut , lalu ia di cambuk 100 kali setelah sudah 1 tahun lebih akhirnya ia di pulangkan ke indonesia dengan memegang uang hanya cukup untuk ongkos sesampainya ia di terminal tiga bandara soekarno hatta international ia membeli langsung membeli tiket karena ia sudah menjelaskan semua permasalaahan yang telah ia alami akan tetapi tidak ada yang bisa di lakukan karena entah kenapa pemerintah indonesia tidak bisa mengurusnya , akhirnya setelah 6 jam menunggu di panggil untuk pemulangannya ke rumahnya ia menaiki mobil mini bus tersebut pada saat di perjalanan si sopir meminta uang rokok atau uang tambahaan kepada si wanita tersebut dan si sopir tersebut berkata " mbak , kalau mbak2x punya rezeki yang lebih bolehlah amal sama saya untuk tambahaan uang rokok ya kalau bisa si seikhlasnya " begitulah tuturnya akhirnya si wanita tadi hanya bisa memberikan seribu rupiah tapi sopir tersebut tidak menerimanya karena paling kecil aja 50.000 rupiah dan sopir tersebut menjelasan kepada si wanita tersebut ia berkata"mbak , saya meminta uang kepada kalian itu karena di jalan itu kan ketemu petugas2x ya mau gak mau saya harus ngasih dari pada saya nanti di permasalahkan oleh petugas " tapi apa boleh buat wanita tersebut tidak mempunyai uang ya singkat kata ia sampai di rumah dengan aman karena sopir tersebut tidak tega oleh wanita tersebut yang menceritakaan kisah hidupnya ......
pada suatu ketika ia kembali berangkat lagi ke saudi sesampainya di sana kembali ia menemukan majikan yang kurang baik , kembali ia di siksa oleh majikan tersebut sampai2x ia di telanjangi oleh si majikan da ia di kurung di sebuah kamar mandi dan seminggu ia tidak diberi makan dan minum sampai majikannya kira ia sudah meninggal lalu ia di buang ke tonk sampah ............ akhirnya si wanita tersebut hilang kabar seperti di telan bumi.............(kisah nyata atau tidak terserah anda )wass

Monday, April 27, 2009

ono-ono

http://www.facebook.com/profile.php?id=1509430494&ref=mfo

WACAN

BROKEN kamar yang dipenuhi asap रोकोक

pikiran yang melayang yang disebabkan oleh rumah तंग्गा

perlahan yang tak pasti

mencoba meperbaiki mereka apakah aku bisa?

ayah kini engkau tinggal sendirian

yang aku sekarang jauh darimu

siapakah yang akan merawatmu

tapi aku juga rindu पदमु

apakah yang akan terjadi disekitarku?

mengapa kita harus terima hidup ini?

disini aku bertanya,

maksud baik ayah untuk siapa?

puisi

BROKEN

kamar ynag dipenuhi asap rokok
pikiran yang melyang
yang disebabkn oleh keluarganya
perlahan yang tak pasti
mencoba memperbaiki mereka
apakah aku bisa?

ayah, kini engkau tinggal sendiri
yang aku sekarang jauh denganmu
siapakah yang akan merawatmu?
tapi aku juga rindu padamu...

apakah yang akan terjadi disekitarku?
mengapa kita harus terima hidup ini
apakah tanda-tanda yang rumit ini?
apakah memang ada yang jaya dan ada yang hina?
ada yang bersenjata dan ada yang terluka?
ada yang dudk ada yang diduduki?
ada yang terlimpah ada yang terkuras?

disini aku bertanya,
maksud baik ayah untuk siapa?

BY: AGUS FH