Social Icons

Pages

Saturday, May 23, 2009


2008-12-24
Akhwat....


Suatu ketika, seorang santri putra bertanya pada Ustadznya: Ya Ustadz, Ceritakan Kepadaku Tentang Akhwat Sejati…
Sang Ustadz pun tersenyum dan menjawab…Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar jilbabnya yang lebar, tetapi dari bagaimana ia menjaga pandangan mata (ghudhul bashar), sikap, akhlak, kehormatan dan kemurnian islamnya….
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kelembutan suaranya, tetapi dari lantangnya ia mengatakan kebenaran di hadapan laki2 bukan mahramnya…..
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya dengan anak2nya, keluarga dekatnya, para jama’ah, para tetangga dan orang2 di sekitarnya.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat ia bekerja tetapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah tangganya…
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia pintar berhias dan memasak masakan yang enak2, tapi bagaimana ia bisa faham dan mengerti selera dan variasi makan suami dan anak2nya yang sebenarnya tidak rewel, pintar mengatur cash flow finansial keluarga, mengerti bagaimana berpenampilan menarik di hadapan suami dan selalu merasa cukup (qonaah) dengan segala pemberian dari sang suami di saat lapang maupun di saat sempit.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang cantik, tetapi dari bagaimana ia bermurah senyum dan sejuk jika dilihat di hadapan suaminya dengan sepenuh hati tanpa dibuat2/dipaksakan.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang mencoba berta’aruf kepadanya, tetapi dari komitmennya untuk mengatakan bahwa sesungguhnya “Tidak ada kata “CINTA sebelum menikah.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari gelar sabuk hitam dalam olahraga beladirinya, tetapi dari sabarnya ia menghadapi lika-liku kehidupan…
Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar banyaknya ia menghafal Al-Quran, tetapi dari pemahaman ia atas apa yang ia baca/hafal untuk kemudian ia amalkan dalam kehidupan sehari2.
….setelah itu, Si Murid kembali bertanya…


“Adakah Akhwat yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ya Ustadz ?”
Sang Ustadz kembali tersenyum dan berkata: “Akhwat seperti itu ada, tapi langka.
Sekalipun ada, biasanya ia memiliki karakter khas antara lain; Sangat mencintai Allah dan RasulNya melebihi apapun, tidak lepas dari dunia da’wah (minimal di lingkungan sekitar tempat tinggalnya), hidup berjamaah tapi tidak dikenal ‘ashobiyah, tidak ingin dikenal-kecuali diminta/didesak oleh jama’ah (masyarakat), dari keturunan orang2 yang shalih/shalihat, berasal dari lingkungan yang sangat terpelihara, punya amalan ibadah harian, mingguan dan bulanan di atas rata2 orang kebanyakan, hidupnya sederhana namun tetap menarik dan bermanfaat buat orang lain, dikenal sebagai tetangga yang baik hati, sangat berbakti terhadap orang tua, sangat hormat kepada yang lebih tua dan sangat sayang terhadap yang lebih muda, sangat disiplin dengan sholat fardunya, rajin shaum sunnah dan qiyamullail & atau bisa jadi amalan ibadah terbaiknya disembunyikan dari mata orang2 yang mengenalnya, rajin memperbaiki istighfarnya (taubatan nashuha), rajin mendoakan saudara2nya terutama yang sedang dalam keadaan kesulitan atau sedang terdzolimi secara terang2an/tersembunyi, rajin bersilaturahim, rajin menuntut ilmu-mengaji- (terutama yang syar’i)/minimal rajin hadir di majlis ilmu dan mendengarkannya, senantiasa menambah/memperbaiki ilmunya dan menyampaikan semua ilmu yang ia ketahui setelah terlebih dahulu ia mengamalkannya, rajin membaca/menghafal alqur’an atau hadits dan buku2 yang bermanfaat, pintar/kuat hafalannya, sangat selektif soal makanan/minuman yang ia konsumsi, sangat perhatian terhadap kebersihan dan sangat disiplin sekali soal thaharah, sangat terjaga dari soal2 ikhtilat apalagi berkhalwat, jauh dari gosip-menggosip, lisan dan semua perbuatannya senantiasa terjaga dari hal2 yang sia2, zuhud, istiqomah, tegar, tidak takut/bersedih hati hingga berlarut2 melainkan sebentar (wajar), pandai menghibur dan pandai menutupi aib/kekurangan dirinya dan orang2 yang ia kenal, mudah memaafkan kesalahan/kekeliruan orang lain tanpa diminta dan tanpa dendam, ringan tangan untuk membantu sesama, mudah berinfak (bershadaqah), ikhlas, jauh dari riya, ujub, muhabahat, takabur dan tidak emosional, cukup sensitif tapi tidak terlalu sensitif (tidak mudah tersinggung), selalu berbuat ihsan dan muraqobatullah (selalu merasa dekat dan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT baik di saat ramai maupun di saat sendirian), selalu berhusnudzon kepada setiap orang, benar2 berkarakter jujur (shiddiiq), amanah dan selalu menyampaikan yang haq dengan caranya yang terbaik (tabligh), pantang mengeluh/berkeluh kesah, sangat dewasa dalam menyikapi problematika kehidupan, mandiri, selalu optimis, terlihat selalu gembira dan menentramkan, hari2nya tidak lepas dari perhitungan (muhasabah) bahwa hari ini selalu ia usahakan lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, dan senantiasa pandai bersyukur atas segala ni’mat (takdir baik) serta senantiasa sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan (takdir buruk) dalam segala keadaan. Kapan pun dan di manapun..
Si Murid rupa2nya masih penasaran, dan bertanya kembali kepada Sang Ustadz. “Ya Ustadz, adakah cara yang paling mudah untuk mendapatkannya? atau minimal bisa mendapatkan seorang Akhwat yang mendekati profil Akhwat Sejati??
Sang Ustadz pun dengan bijak segera menjawabnya: “Ada, jika antum ingin mendapatkan Akhwat Sejati nan benar2 Shalihat sebagai teman hidup maka SHALIHKAN DAHULU DIRI ANTUM…!! karena InsyaAllah Akhwat yang shalihat adalah pada dasarnya juga untuk Ikhwan yang shaalih…

Posted by Yudhi

mahasiswa rantau

SESUATAU DARI HATI
_"MEMORIAL PARK"_

Membaayangknmu
adalah suatu keindahan buatku
Melihatmu
adalah suatu kegembiraan buatku
Bersamamu
adalah suatukebahagiaan buatku
Tapi membaca tulisan darimu
adalah suatu luka buatku

Tapi aku tau,
kamu wanita jalang yang mengemis kasih sayang
Sampai kapanun kamu akan tetap begitu
Foto yang ada disini
Semakin menambah luka hati
Lebij baik ku bakar foto ini

********

hampir larut malam
aku tak bisa memejmkan mata
bayangb yang jauh disana
selalu menggodaq
apakah aku bisa menemuinya
bayang kesetian terpancar darinya
pertanda apakah yang akan terjadi padaku....
tuhan antrarkan aku padanya


********


malam telah kulalui
tanpa aku mengedipkan mata
hati yang telah tersakiti
tak lekang sembuh oleh waktu
dimanakah aku bisa menemukan....

perjalanan kehidupan yang panjang
krisis finansial yang menjadi faktor utama

persahabatan telah dibedakan dengan materi
itu sangat menyakitiku
apakah aku tidak ounya hak untuk berteman


*******


hati adalah permataq
yang bisa untuk kumerasakan
sesuatau dengan asa

persahabatan atas dasar nurani
akan mampu menghasilkan
ukiran-ukiran di dinding hati
dan memenuhi relungnya
bila telah tersakita hatihancurlah ia
drobohlah hati itu
dan bukti bahwa ia telah tersakiti olehnya


******


jadilah air yang mengalir
meresapi hingga kecelah-celah bumi
pergantungan yang selalu pupus
merasakan hati yang sirna
dan redup untuk bercahaya
rasa sesal dihati yng meresapi
relung hati yang kerontang
hanya diam dan membisu
dimanakah mata air?


******


pergi kuliyah ke negri orang
mengemban amanat dari orang tua
aku hanya memiliki delapan langkah
untuk LPJ kepada orang tuaku

ditengah-tengah terebahlah tubuh ini
di bangku kuliyah
yang terbbebani beratnya problematika kehidupan

kapan aku akan wisuda?

tiga tahun lagi, empat tahun lagi,
entah lima tahun lagi...
aku juga tidak tahu...
aku tahu apa yang tidak kuketahui
juga aku punya komitmen

tapi bila aku ingat perutku yang buncit
membuat pikiranku sempitaku harus kemana? harus makan apa?
harus bagaimana?
sedang aku tak punya apa-apa kecuali asa

ingin kumengatakan bahwa aku ini
mahasiswa rantau
yang sehari makan, sehari puasa
lalu ngutang, kemudian dibayar
minggu puasa lagi

sampai kapan aku begini?
sedang ilmu ekonomi aku tak punya

KEPADA SIAPA AKU MENARUH ASA?

Tuesday, May 19, 2009

Blog EntryRenungan sejenakApr 1, '08 5:36 AM
for everyone
Sebuah Kisah tentang Dua Orang Sahabat.
Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU. Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU. Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu? ?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin." Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir.


******


Blog EntryAktivis Ok, Prestasi OkApr 25, '08 5:13 AM
for everyone

Masa remaja adalah masa penuh gelora dan cita2. Idealisme akan sebuah pemahaman selalu menjadikan mereka pribadi “ unik “ dari sisi mana saja. Penampilan, fisik, pola pikir , emosi . Wah.. banyak dech, pokoknya yang dekat dengan mereka adalah dunia penuh impian. Masa remaja bermula dari usia 11 dan berakhir di usia 18 th. Sedangkan 18 s/d 24 th adlh berakhirnya masa remaja. Kok cepat sekali ya? Eittttt Inga- inga kalau kita pengen jadi remaja yang “ rata – rata “, ga punya tujuan hidup, maunya having fun melulu.....di jamin dech, pasti kamu nyesel abiz. Orang lain sudah terbang ke galaxy lain, kamu masih ngerangkak di permukaan bumi . Uh !!! payah.

Banyak orang memberi label remaja dgn sebutan yang ga enak didengar. Tukang tawuran, pemarah, manja, Free sex, dll. Idihhh nggak banget gitcu loh. Paling hanya segelintir, dua gelintir dan gelintir selanjutnya , ssst jangan cemberut. Itu kan bukan kamu. Itu lho mereka yang mikirin uenaknya menikmati keremajaan dirinya, padahal tidak lama lagi akan menghadapi masa dewasa, tua, ‘n... Truss apa yang mesti di andalin selain amal ????

Visi dan misi yang jelas akan membuat remaja hidup lebih hidup. Mempunyai pemikiran jauh ke depan dgn segudang prestasi. Siapa dia ? Oh... I know, yang selalu masuk 3 besar itu ya? yang handsome and beauty ? yang pendiam dan serius dengan PR dan tugas ? yang cuex dengan kegiatan sekolah dengan alasan tidak penting? ato yang no comment dengan agenda sekolah, yang penting duduk, dengar ‘n duit ( bayar SPP maksudnya? yang jelas, BUKAN !!!!! because itu akan membuat kamu menjadi generasi cerdas tapi kerdil, So......jadilah remaja yang top cer ( TOP dan MUNCER ). Pribadi produktif, bijak dan nyentrik alias supel, mandiri dan matang pribadianya. Caranya ?? atur waktu, lalu tentukan skala prioritas. Apa yang kalian kerjakan tidak ada yang sia – sia. Ingattt semua manusia mempunyai jatah waktu 24 jam. Ternyata yang dihasilkan berbeda – beda. Tergantung pelakunya, ingin mendapatkan “cukup dengan ini“ atau “harus lebih dari ini

Sukses tergantung pada kemauan dalam meraihnya. Tenaga yang keluar berbanding lurus dengan energi yang dihasilkan. So.... makin besar tenaga makin besar hasilnya (aduuh puzing, kaya pelajaran fisika). Jangan mengira pendidikan sekolah akan menjamin kamu jadi orang sukses. Mentang – mentang anak sekolah, 100 % merasa hidupnya terjamin dimasa depan. Langkah paling penting, temukan apa bakat kamu, asah kepribadian dan potensimu. Ada sekilas cerita sukses seseorang yang bisa menjadi renungan.

Tahu Lembaga bimbingan ‘ PRIMAGAMA “ ? Insya Allah tidak asing. Coba...siapa direktur utamanya? beliau bukanlah lulusan Sarjana, Doktor, Profesor, magister atau yang lainnya. Beliau adalah Bapak Pardi. Sederhana namanya, tapi luar biasa tekadnya. Diceritakan, beliau tidak selesai kuliah, tapi berkeinginan mendirikan lembaga terpercaya dan bermanfaat bagi orang lain. Akhirnya....yach seperti apa yang kita lihat saat ini. Truzz apa dong hubungannya dengan remaja seperti kita. Ooo ada dong, apalagi kalau bukan karena bakat dan tekad yang kuat. Itu semua akan kalian dapatkan jika mulai sekarang kamu selalu mencoba untuk menyalurkan bakat lewat organisasi atau apalah yang bisa mengembangkan dan menjadikan diri kalian so pasti lebih PD.

This is impossible if you study oriented. Bayangin aja jika keseharian rute kamu hanya rumah–Tugas–sekolah (baca 3x). Idihh BT bgt kan? Gimana bakat dan potensi bisa tergali? untuk mengukur itu semua, lihat sekarang diri kalian sudahkah berperan di OSIS, Pramuka, ROHIS, paskibra, KIR, PMR atau apalah?? yang jelas jadikan diri kita orang yang selalu bergerak dan inovatif. Jangan biarkan masa remaja lewat begitu saja tanpa prestasi , tanpa hasil positif, tanpa produktivitas. Kamu yang remaja muslim jadilah remaja yang beda. Insya Allah kita bisa melalui masa remaja ini dengan asyik dan hebat. Bahkan mungkin saja ada remaja yang menjadi lebih matang dan bersikap lebih bijak dibanding orang – orang di sekitar yang berumur lebih tua. contohnya ? siapa lagi kalau bukan Nabi Muhammad saw . Siap meneruskan perjuangannya ? Insya Allah.

Oleh : Puji , Div. Edutainment

( Reff : Biar Hidup Asyik , kaya makna. Syamiil Teens oleh Gina Al Ilmi dan ILNA Youth center )


*****


Blog EntryTIPS SUKSES MEMIMPIN DIRINov 15, '08 5:32 AM
for everyone

Sesungguhnya tiap-tiap diri akan menanggung apa yang telah diperbuatnya dan tugas manusia di dunia adalah sebagai kholifah di muka bumi , minimal bagi diri sendiri. Maka berbekallah untuk bisa memimpin diri agar bisa berkonsentrasi lebih banyak kepada orang lain. Tipsnya diantaranya adalah:

  1. Kemampuan kognitif, meliputi:

Olah informasi yang didapat dengan tepat, perbaiki pemikiran, bangun paradigma sukses, berfikirlah analis dan kreatif, bangun misi hidup (tujuan jangka panjang), tajamkan cita-cita, rencanakan target target hidup.

  1. Kemampuan afektif, meliputi:

Kesadaran diri antusias, tanggung jawab terhadap tugas, bangun motivasi internal, jangan takut gagal, berani menanggung resiko, optimis, pantang menyerah.

  1. Kemampuan spiritual, meliputi:

Beribadah sungguh-sungguh, berdo’a setiap saat, yakin dengan prinsip dan nilai agama islam baik dalam lisan, hati dan perbuatan.

  1. Kemampuan jasmani, meliputi:

Menjaga kesehatan tubuh dengan asupan gizi yang cukup, olah raga dan istirahat teratur, terus berlatih, terus berbekal dengan kemampuan teknis.

  1. Kemampuan lingusitik interpersonal, meliputi:

Kemampuan bersosialisasi dengan orang lain, mintalah dukungan orang lain dalam hal positif, mintalah nasihatu dan saran dari orang lain.



*****



Blog EntryRenunganNov 15, '08 5:32 AM
for everyone

Saudaraku, kita semua pernah mengalami penyesalan dari kesalahan yang sudah kita perbuat. Selanjutnya apa yang bisa membuat diri kita termotivasi untuk memperbaiki segala kesalahan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ada beberapa pertanyaan yang mungkin bisa dijawab dengan hati nurani yang paling bersih dan cukup Allah yang tahu jawabannya.

Apa yang terbersit dalam hati saat mengingat kesalahan dan dosa yang kita lakukan ?

Apa yang menyentak jiwa kita saat kita menyadari kekeliruan dan kebodohan yang kita perbuat ?

Apa yang menyengat diri kita bila mengetahui kedurhakaan dan pembangkangan dimasa lalu ?

Bila sudah tahu jawabannya , lantas apa yang perlu dilakukan supaya tidak jatuh ke dalam lubang yang sama. Bahkan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan. Imam Ibnu Qoyyim mengingatkan kepada kita semua tentang 7 perkara aneh yang sangat berbahaya bagi manusia. Diantaranya :

  1. Engkau tahu Allah, tetapi engkau tidak mencintai- Nya
  2. Engkau mendengar seruan Allah, tetapi engkau terlambat menjawab

seruan – Nya

  1. Engkau tahu keuntungan jika bergaul dengan – Nya tetapi engkau justru bergaul dengan selain – Nya
  2. Engkau tahu kemarahan- Nya , tetapi engkau justru memancing – mancing murka – Nya
  3. Engkau tahu betapa sakit azhab- Nya jika menentang – Nya, tetapi engkau tidak meminta belas kasihan kepada – Nya
  4. Engkau merasa sakit hati jika tidak menyebut nama – Nya, tetapi engkau justru tidak mau menyebut nama – Nya dan tidak bertaubat kepada – Nya
  5. Engkau tahu bahwa engkau sangat membutuhkan –Nya , tetapi engkau justru berpaling dari –Nya dan mencintai hal yang menjauhkan – Nya

Dengan berakhirnya bulan ramadhan bukan berarti berakhir segala amalan yang sudah kita lakukan. Bulan itu kita bisa rutin tilawah, sedekah, menjaga akhlaq dengan tidak menggunjing, ngrumpi, menahan emosi, shalat malam bisa kita lakukan dan masih banyak lagi. Tinggal sekarang. mau dipertahankan, ditingkatkan atau ……..diturunkan karena tidak ada pahala berlipat ganda ( naudhubillah ..). Semoga kita menjadi alumni teladan Ramadhan . Amin

temenku lagi yang hilang entah kemana


h1

RiZkY TaNia FaDiLLah

Februari 8, 2007


Apa KabaR duNia???? KenaliN nAMaku KeyQ…
Aku LahiR di UngaRan, kab. Semarang, t9L 021189. Baru aja SwiD17th…
Aku juga sempeT tinggAL di Garut, coz ortuQ wktu itu kerJa di sAna.. SmpE kira” umuR 3 th..
AKu WAkTu TK smpE SMP Klas 3 di PAlemBanG, SUm-SeL..
Aku smA Klas 1-3 di MitReKa SaTAta tercinta..
Aku pingin kuliah di PTN negEri y9 bguS. jUrusan PEnd. Dokter ato Psikologi ato Farmasi ato aRsitekTur.. Klo Bisa.. amiN..
AkU.. baek..(wuek), rajin menabung.. (y9 bnR rajin NgabiSiN uang orTu), tidak soMbOng.. (smoGa aja)
Aku..ingin mengakhiri perkenalanku ini..
lain kali sambung lagi yacH.. Key??
Hidup Rahasia!!!!!!!! =) BubyE.. T_T

BIODATA

Nama Lengkap : Rizky Tania FAdillah
Nama Panggilan : Kiki, KeyQ, QQ, Kiky, ‘taz’, ‘S’
Tempat, Tanggal lahir : Ungaran, 02 November 1989
Pendidikan :
- TK AntrAsiTa
- SD Xaverius EMmanueL
- SMP N 1 Tanjung Agung
- SMA N 1 MalaN9
Hobi : baCa nOveL, den9eriN musik, ngEliat orang CakEp pakE moToR cakEp..
TB/BB : mmm.. da lm ga ngukur+nimbang, jd drPd aku ngasi datA ga AkuRat mnding ga usa dituLis..
Alamat : Jl. Teluk Pelabuhan Ratu II / 21 G Malang
tELp : 0341476649 Hp : 085230044244
E_mail: saphire_fanz@yahoo.co.id & rizky_taniaf@yahoo.co.id

SESUATAU DARI HATI

_"MEMORIAL PARK"_

Membaayangknmu
adalah suatu keindahan buatku
Melihatmu
adalah suatu kegembiraan buatku
Bersamamu
adalah suatukebahagiaan buatku
Tapi membaca tulisan darimu
adalah suatu luka buatku

Tapi aku tau,
kamu wanita jalang yang mengemis kasih sayang
Sampai kapanun kamu akan tetap begitu
Foto yang ada disini
Semakin menambah luka hati
Lebij baik ku bakar foto ini

********

hampir larut malam
aku tak bisa memejmkan mata
bayangb yang jauh disana
selalu menggodaq
apakah aku bisa menemuinya
bayang kesetian terpancar darinya
pertanda apakah yang akan terjadi padaku....
tuhan antrarkan aku padanya


********


malam telah kulalui
tanpa aku mengedipkan mata
hati yang telah tersakiti
tak lekang sembuh oleh waktu
dimanakah aku bisa menemukan....

perjalanan kehidupan yang panjang
krisis finansial yang menjadi faktor utama

persahabatan telah dibedakan dengan materi
itu sangat menyakitiku
apakah aku tidak ounya hak untuk berteman


*******


hati adalah permataq
yang bisa untuk kumerasakan
sesuatau dengan asa

persahabatan atas dasar nurani
akan mampu menghasilkan
ukiran-ukiran di dinding hati
dan memenuhi relungnya
bila telah tersakita hatihancurlah ia
drobohlah hati itu
dan bukti bahwa ia telah tersakiti olehnya


******


jadilah air yang mengalir
meresapi hingga kecelah-celah bumi
pergantungan yang selalu pupus
merasakan hati yang sirna
dan redup untuk bercahaya
rasa sesal dihati yng meresapi
relung hati yang kerontang
hanya diam dan membisu
dimanakah mata air?

Thursday, May 14, 2009

Agus anakku,

Saat Abi menulis surat ini, Abi tak tahu apakah kelak kamu akan membacanya atau tidak. Sengaja Abi tuliskan hal ini karena Abi yakin bahwa diantara manusia yang banyak ada orang-orang yang akan dapat mengambil pelajaran dari kita. Walaupun pilihan Allah terhadap kita sudah jelas, tetap saja Abi berharap semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong dan takabur.

Ketika Abi memutuskan untuk membantu kerja nabi kita, Abi menyadari bahwa cepat atau lambat kamu akan mendapatkan bahwa Abi tidak cukup punya waktu untuk membantumu belajar, bermain atau bersenda gurau sebagaimana yang dulu pernah kita lakukan. Selepas itu barangkali orang yang tidak tahu akan menyangka bahwa Abi adalah orang yang tidak peduli lagi dengan keluarganya sendiri.

Dalam keadaan seperti ini, Abi tetap merasa bahwa kamu tahu betapa Abi sayang padamu. Ketika Abi mengurusmu, Abi tidak tahu apakah Abi termasuk orang tua yang tegar atau tidak. Saat kamu demam, Abi takut Allah segera memanggilmu pulang ke haribaan-Nya. Selepas berdoa untuk kesembuhanmu, Abi justru merasa malu karena tak kuasa membendung air mata yang gugur.

Pada banyak hari yang telah lalu kamu dapati bahwa Abi belum pulang saat kantuk mengusaimu. Dan ketika kamu bangun, kita pun hanya punya sedikit masa untuk buat persiapan, yakni saat Abi pergi kerja dan kamu pergi ke sekolah. Kalau saja bukan karena Ummi yang sering mendesak Abi dengan ‘ancamannya’ barangkali Abi tidak punya waktu meskipun satu malam untuk berbual denganmu.

Maafkan Abi bila sampai saat ini Abi tidak memberimu waktu lapang sebagaimana kebanyakan anak sebayamu mendapatkannya. Bila Abi tidak sedang keluar di tempat lain atau di negeri lain, kamu dapati Abi sibuk dengan urusan dakwah di kampung kita atau sekitarnya. Meskipun demikian Ummi biasanya tahu kemana Abi pergi.

Barangkali kamu menyangka bahwa Abi terlalu keras dalam mendidikmu lewat Ummi. Sebagaimana saudara2-mu yang lain, kamu harus cukup merasa puas dengan cerita kawan2-mu di sekolah tentang tayangan televisi kegemaran anak2 sebayamu. Kamu juga belajar merasa puas dengan sedikitnya bekal ketika sekolah. Akan tetapi barangkali inilah yang terbaik yang dapat Abi berikan untuk menjadikanmu tegar dan mandiri pada satu hari nanti dengan ijin Allah.

Abi yakin bahwa Allah selalu menepati janji-Nya. Dia terlalu agung untuk mengingkari janji2-Nya sendiri. Dia robb kita yang maha pemelihara, maha kaya lagi maha memberi. Dan bila Abi memutuskan bahwa dakwah adalah kerja utama kita, itupun karena Abi yakin dengan ketetapan-Nya yang sempurna. Dan bila abi tetap bekerja sebagai buruh, itupun karena Abi yakin bahwa dengan cara inilah dakwah boleh diusahakan mengikuti kemampuan kita. Allah ‘menghantar’ kita ke tempat kita tinggal saat ini sebagaimana Dia mengutus nabi dan rasul-Nya kepada kaumnya.

Barangkali kamu memendam banyak cerita tentang kesulitan yang timbul di dalam keluarga kita akibat kerja ini. Barangkali juga kamu merekam banyak kejadian yang menyedihkanmu karena bertambahnya kesibukan yang berhubungan dengan dakwah. Namun demikian, hendaknya kamu selalu ingat bahwa Allah swt selalu memberikan kesusahan kepada orang2 yang dicintai-Nya. Dengannya Allah swt menurunkan sifat2 yang bila seseorang memilikinya maka dapat dipastikan bahwa Allah bersamanya. Bukankah Allah bersama orang yang sabar, Allah bersama orang yang takwa, Allah bersama orang yang ikhlas? Sifat2 seperti inilah yang Dia hendak turunkan kepada kita dan para da’i-Nya di seluruh alam.

Pagi ini, setelah pulang dari mengantarkanmu ke madrasah Aliyyah Nurul Islam Boyolali, selama 7 hari di tempat yang jauh, Abi berkesempatan meneleponmu. Sungguh, dari suaramu Abi tidak lagi khawatir akan kebaikanmu. Kamu tertawa bersama kawan2-mu yang ikut ‘nimbrung’ di telepon. Kamu telah mendapatkan tempat yang cocok untuk masa depanmu. Semua ini adalah karunia dari Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.

Agus anakku, jaga dirimu baik2 nak. Abi tidak melupakan kerja besarmu, justru pada saat Abi tidak bersamamu.Namun Allah telah memberimu satu cahaya yang dapat menerangi orang yang ada dalam kegelapan. Abi bersyukur kepada Allah atas karunia ini. Abi bangga memilikimu, nak.

Maka bila kamu susah, janganlah kamu mengadukannya kepada siapapun sebelum kamu datang kepada Allah. Bila kamu sakit, janganlah kamu berobat sebelum kamu ‘menanyakan’ sakitmu kepada robb-Mu. Bila kamu dalam kekurangan, perbaikilah amal2-mu, dengan demikian Allah akan mencukupkanmu bahkan melebihkanmu dengan apa saja yang disukai-Nya bagimu.

Selalulah berdoa agar Allah melimpahkan kekuatan dan bantuan-Nya bagi Abi dalam menolong agama-Nya. Insya Allah Abi terus belajar dalam mengikuti contoh teladan kita, nabi Muhammad saw. Doakan juga kebaikan bagi Ummi. Semoga Allah mencatatmu sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuamu hingga Dia sendiri ridho kepadamu dan ridho kepada Abi dan Ummi, orangtuamu. Subhanallah.

Wassalam,
Abi dan Ummi

Sang Murabbi : Mencari Spirit yang Hilang


Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negeri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan Firman tuhanmu

Terik matahari tak surutkan langkahmu
Berhujan badai tak runtuhkan azzammu
Ragakan terluka tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu


“Kalau gak mau jadi pegawai pemda, lu mau kerja jadi apa sih”
“Mamat ngajar aja Bu”
“Gak Lepas tu omongan dari dulu. Sampai sekarang pengen jadi guru aja. Gak kepengen jadi orang berharte”
“Guru itu justru hartenya banyak . Ngasih ilmu aja kerjaannya. “
“Ya udah. Jadi guru juga gak apa sih, bagus. Asal satu, Jangan Korupsi.”

“Abi minta maaf ya Nai. Akhir-akhir ini Abi sibuk banget. Jadi gak sempat ngobrol ama kamu dan ama anak-anak. “
“Ya, udah resiko Bi, jadi istri anggota DPR”
“Kau senang Abi jadi anggota DPR”
“Biasa aja. Tapi Ummi lebih senang jadi istri Abi yang dulu”
“Kenapa?”
“Tuh, rambut abi pada putih semua. Mikirin negara ya?”
“Ada yang lebih berat Nai, mikirin ummat”

Saya faham kita memulai merintis dari awal. Dari tidak mempunyai apa-apa dan ketika perlahan-lahan kehidupan mulai membaik. Alhamdulillah. Tetapi saya lihat banyak diantara pemimpin ummat ini, lupa ustadz. Apa gerangan yang membuat dunia ini menjadi lebih menarik dari pada dakwah itu sendiri . Dan kita sudah lihat itu. Apakah ini , ini yang dikehendaki oleh perjuangan kita selama ini dengan pengorbanan kami para ibu di belakang, saya yakin bukan untuk itu ustadz. Pedih hati ustadz melihat …iman kita ini dipertaruhkan itu dikalahkan hanya oleh jabatan dan harta ustadz

“Tapi afwan ya bi, jangan marah. Saya masih bingung besok masak apa. Uang yang abi kasih udah abis. “ “mmhm…Kalau uang udah abis, kita minta aja lagi sama Allah”
“Kan Allah kasihnya sama abi, jadi saya mintanya sama abi”
“Kalau uang udah abis Nai, itu berarti rejeki udah mo datang lagi. Kayak sumur aja. Kalau sumurnya kering, berarti ujan udah mo datang. “
“Abi lagi gak punya uang ya ?”

Betapa Cantiknya Allah SWT Membentuk Kita


Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Renungan :

Seperti inilah Allah SWT membentuk kita. Pada saat Allah membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Allah SWT membentuk Anda

AGAMA

Buat Apa Shalat?!

shalat_8-blog-fix.jpg

Buat Apa Shalat?!

Jika Anda Hendak Mendapatkan Kebahagiaan dan Pencerahan Hidup

Dr. Haidar Bagir

Dosen Filsafat Islam ICAS Paramadina & Penulis Buku Best Seller “Buku Saku Tasawuf” dan”Buku Saku Filsafat Islam”

  1. Shalat seharusnya adalah wahana privat yang di dalamnya percakapan seorang hamba dan Tuhan terjadi dengan begitu dalam dan mesra. Ungkapan Nabi “Shalat adalah cahaya mataku” melukiskan luapan kegembiraan yang beliau peroleh ketika shalat. Maka, tak ubahnya dengan yang terjadi pada Nabi Saw., shalat yang benar dapat menghasilkan kebahagiaan dan pencerahan (ilham dan kreativitas) bagi pelakunya. Inilah suatu keadaan yang, oleh Mihaly Csikszentmihalyi- seorang tokoh psikologi positif terkemuka- disebut sebagai flow.

Buku, yang disusun oleh seseorang yang memiliki concern terhadap Tasawuf (positif) dan Filsafat Islam, ini merupakan upaya untuk menampilkan shalat sebagai jawaban atas kebutuhan eksistensial dan intelektual manusia modern akan kebahagiaan dan pencerahan hidup. Terbagi dalam dua bagian, bagian pertama menjelaskan tentang hakikat dan makna shalat yang benar, yang bisa melahirkan kebahagiaan dan pencerahan hidup, berikut konskuensi komitmen sosialnya. Bagian kedua - yakni bagian terpenting buku ini - merupakan penjelasan sekaligus bimbingan dari para sufi besar dan filosof tentang apa dan bagaimana shalat yang sebenarnya itu.

“Lain daripada yang lain, mencerahkan dan transformatif.”
- Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, M.A., Rektor UIN Jakarta

EDAN

Buka mata buka telinga

Tidak usah,tak di buka jua sudah terbuka dengan sendirinya

Tak ada usahaku menutup mata

Tak pernah sengajaku menutup telinga

Dengan mereka ku melihat,ku mendengar

Tapi hati ini hanya diam,tak bicara

Enggan mengangkat kata

Tak mau melontarkannya dalam koran berita

Apa lagi di halaman muka sastra, ah… terlalu mengada ada

Dari kata yang meronta hanya kata biasa dan sederhana

Membuka muka,,, eh salah…harusnya

Belah wajah,mengalir darah,mencuat otak..

Memberontak bersamanya semua serempak..

Dasar… sastra edan… tak beraluran… main enaknya saja

Tak heran… karena di tulis edan… dengan penulisnya jua edan

Oi,,, sastrawan edan jangan sembarangan,sudah edan ya?

Kenapa edan.. kenapa datang edan…

Tak hilangkah kau dengan ketiadaan… kenapa datang edan

Melekatnya bersama kehidupan,bersekutu kezaliman

Bersembunyi di kursi kekuasaan

Dari panggungnya mencuat keras kata kata persamaan

Persamaan…paersamaan… tak lebih dari arti perpecahan

Menghapus semboyan ke BHINEKA TUNGGAL IKAan…

Meski edan ku tak lupa.. itu modal kemerdekaan

Masih kurang….. menjerit histeris kata perdamaian

Damai… damai..,dari kerasnya membuah ketakutan

Tak di deklarasikanpun semua orang menginginkan

Damai… damai… dari jalannya menempuh yang berlawanan

Dari semangatnya mencipta peperangan

Kalah pelangi dengan warna edan

Tak ada lagi mentari pagi.. kalahnya dengan kebringasan pandangan edan

Melepuhnya kehidupan berakar dari kepemimpinan edan

Sekarang ku tak lagi heran… ku hidup di peradaban zaman edan

Enggan menyimpan kata kata edan dalam dompet,pengganti isi dalamnya

Kalau ku simpan kata kata edan di dalamnya,hilang seluruh isinya

Uangku,,, atmku,,, mungkin ktp dan foto keluargaku lenyap di makan edan

Dasar edan…