|
Monday, January 11, 2010

Dalam ranah Ilmu Kalam, al-Maturidi adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Ia adalah pendiri aliran Maturidiyyah yang diketegorikan sebagai representasi teologi ahli sunnah, di samping Asy’ariyyah yang digawangi Abu al-Hasan al-Asy’ari. Al-Maturidi dikenal sebagai seorang teolog, dan faqih dari Madzhab Hanafi, bahkan seorang ahli tafsir.
Nama lengkap al-Maturidi adalah Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah desa (qaryah) yang masuk ke dalam wilayah Samarqand. Ia acap kali dijuluki Imam al-Mutakallimin (Imam Para Teolog) dan masih banyak lagi yang kesemuanya menunjukkan kelas intelektual dan jihadnya dalam membela sunnah, akidah, dan menghidupkan syari’at Islam.
Tak ada penjelasan pasti dari para sejarawan tentang tahun kelahiran al-Maturidi. Tetapi menurut Dr. Ayyub Ali, al-Maturidi lahir sekitar tahun 238 H / 852 M. Alasan yang dikemukakannya adalah bahwa salah satu murid al-Maturidi, yaitu Muhammad bin Muqatil ar-Razi wafat pada tahun pada tahun 248 H / 862 M. [Ayyub Ali, A History of Muslim Philosophy, vol. I, h. 260].
Jika pandangan Dr. Ayyub Ali itu benar, maka al-Maturidi kurang lebih hidup selama seratus tahun. Sebab, para sejarawan sepakah bahwa al-Maturidi wafat pada tahun 333 H / 944 M dan dimakamkan di Samarqand. Salah satu guru al-Maturidi adalah Abu Nash al-'Ayyadhi yang merupakan teman seperguruannya di majlis yang diselenggarakan oleh Abu Bakr Ahmad al-Jauzani. Nama al-Maturidi memang tidak sementereng al-Asy’ari, tetapi kendatipun demikian ia banyak mewariskan karya-karya bermutu. Di antara peninggalannya adalah Kitab at-Tauhid.
Al-Maturidi mengawali kitabnya dengan pembahasan tentang pembatalan taklid dan keniscayaan mengetahui agama dengan dalil. Dalam bagian ini al-Maturidi tidak menerima apapun alasan taqlid. Sebab taqlid bisa menimbulkan adanya pandangan yang berbeda dengan orang yang di-taqlid-i. Pada bagian selanjutnya al-Maturidi menjelaskan bahwa dasar yang dijiadikan untuk mengetahui agama adalah as-sam’ (wahyu) dan al-‘aql. [H. 3-4].
Pandangan teologi yang kembangkan al-Maturidi pada dasarnya adalah sama dengan al-Asy’ari. Metodologi yang digunakan keduanya adalah moderatisme. Dengan kata lain, pendekatan mereka adalah pendekatan yang berdiri di antara kelompok tekstualis -seperti kalangan Hasywiyyah, Musyabbihah, dan Mujassimah- dan kelompok rasionalis seperti Mu’tazilah.
Misalnya, ketika al-Asy’ari membicang tentang atribut-atribut (shifat) Allah. Kalangan Mu’tazilah menegasikan atribut-atribut tersebut. Mereka mengatakan: “Tidak ada (atribut, penerjemah) ilmu, kuasa, mendengar, melihat, hidup, kekal, dan kehendak bagi Allah”. Sedang kalangan Hasywiyyah dan Mujassimah mengatakan: “Allah memiliki ilmu sebagaimana ilmu-ilmu lainya, pendengaran sebagaimana pendengaran-pendengaran lainya, dan penglihatan sebagaimana penglihatan-penglihatan lainnya”.
Kedua pandangan di atas saling bertabrakan satu sama lainnya. Lantas al-Asy’ari mengajukan sebuah pandangan yang berdiri di tengah-tengah. Ia mengatakan: “Sesunguhnya Allah memilik ilmu tetapi tidak sama dengan ilmunya makhluk, kekuasaan tetapi tidak sama dengan kekuasaanya makhluk, pendengaran tetapi tidak sama dengan pendengaran makhluk, dan penglihatan tetapi tidak sama dengan penglihatan makhluk”. [Ibn ‘Asakir, Tabyin Kidzb al-Muftari, H. 149].
Sikap al-Asy’ari mengenai atribut-atribut di atas juga diikuti oleh al-Maturidi. Hal ini terlihat dalam Kitab at-Tauhid-nya: “Kemudian ditetapkan atribut (shifat) bagi Allah, yaitu Yang Mampu, Mengetahui, Hidup, Mulia, dan Yang Dermawan. Penamaan dengan atribut atribut tersebut adalah hak baik menurut sam’ (wahyu) dan akal sekaligus….hanya saja ada suatu kelompok yang melekatkan nama-nama tersebut kepada selain Allah karena menyangka bahwa penetapan nama-nama tersebut mengandung tasyabuh (keserupaan) antara Allah dengan setiap yang diberi nama…akan tetapi kami telah menjelaskan ketiadaan tasyabuh dengan Allah karena kesuaian nama. Sebab, Allah dinamai dengan nama yang Ia buat sendiri dan diatributi dengan atribut yang Ia berikan sendiri”. [H. 44].
Dari semua yang dibicarakan al-Maturudi dalam Kitab at-Tauhid-nya hemat saya ada satu hal yang menarik. Yaitu pembahasan mengenai nadhariyah al-ma’rifah (teori ilmu pengetahuan). Dalam hal ini, al-Maturidi mendiskusikan tentang nilai pengetahuan dan parameter kebenaran dalam pengetahuan yang sampai kepada kita melaui indera, khabar, dan akal. Menurutnya, indera, khabar, dan akal merupakan jalan atau sumber bagi kita untuk mengetahui hakikat segala sesuatu. [H. 7].
Untuk memperoleh pengetahuan kita tidak mungkin bisa lepas dari salah satu ketiga sumber di atas. Misalnya, dengan indera kita bisa merasakan rasa enak, sakit dan lain-lain. Dengan khabar kita bisa mengetahui nama-nama kita, nasab, dan kejadian-kejadian masa lalu. Sedang dengan akal kita bisa memahami apa yang diperintahkan Allah.
Sepanjang yang saya ketahui, kitab-kitab yang membincang mengenai Ilmu Kalam yang ditulis oleh para ulama sebelum al-Maturidi tidak menyinggung persoalan nadhariyyah al-ma’rifah. Jadi, hemat saya hal ini menjadi satu kelebihan tersendiri bagi al-Maturidi.
Kitab ini merupakan salah satu rujukan primer bagi pendangan teologi Sunni. Karenanya harus dibaca dan dikaji secara mendalam. Dengan membaca kitab ini, kita akan merasakan bagaimana akrobatik teologis al-Maturidi dalam mempertahankan keyakinan teologi kalangan Sunni. Salam…
Tentang Kitab
Judul
:
Kitab at-Tauhid
Penulis
: Abu Manshur al-Maturidi
Penerbit
: Bairut-Dar al-Masyriq
Cet
: Ke-3 tahun 1986 M
Tebal : 411
Wednesday, January 6, 2010
GUS GENDHENG BERTUTUR

Setiap kali aku meminta
Hukuman selalu dibeerikan
Jauh aku dating
Merangkak kering kerontang
Gus pon bertutur lagi
Kalau barang kita rawat dengan baik
Juga akan tahan lama
Tapi jangan sok bijak
By: agus fh-limhan
Monday, January 4, 2010
MAHA SUCI
Maha Suci Engkau ya Allah
dari segala kelemahan dan kesalahan
dari kelalaian dan ketidak mampuan
bahkan dari kesia-siaan perbuatan
Engkaulah Dzat yang sempurna dengan kesucian-Mu
akal tak mampu menjangkau-Mu
hati tunduk mengingat-Mu
Engkaulah rahasia dari segala rahasia
cahaya di atas cahaya
Engkau pula yang lembut dibawah yang terlembut
tersembunyi dalam terangnya cahaya
Maha Suci Engkau ya Rabb
hamba mohon karunia-Mu…
KEPING HATI

mengalun petik gitar… ditimpa redup tatap mata
dan hatiku bergetar melamunkannya
Kau bernyanyi… membawa mimpi
cerita rindu dewa dewi
Maka bolehkah bila aku memuji???
Dalam tidurku yang sendiri… malam ini
Agar nada indahmu dari hatiku yang tersembunyi
tak terungkap,
Hingga Maluku dan hatimu tetap murni tak terucap
Tak pernah saling menyakiti
Pun tidak menodai
Dan biarlah ia tersapu angin sepoi
Bersama dingin skedar mengucap ingin, sampai
Tak usah gelisah, tak perlu gundah
Karena hasrat kita hanya mendedah
Bersama waktu hingga ranting itu patah
AHH… HANYA CINTA SAJA KOK DIK…
Kutitipkan kerling mata ini padamu
Tolong jangan lupa sampaikanlah pada hatimu
Karena aku malu tuk mengerlingkan rindu ini sendiri
Terlalu dekat di hadapan hati yang sedang kucintai
Sudah itu segera kembalilah
Karena kuingin memelukmu sekali sudah
MAAF, AKU TAK BISA
Sunday, September 13, 2009
kesepian saat lebaran
Lebaran Ini Sunyi
Siapa yang mengira
atau mungkin sepasang mataku
yang telah menua
ketika kutatap lebaran ini
seperti merayakan lebaran di kota mati
tak lagi kulihat bara-bara api menari dari ujung bambu
hanya musik-musik bersahutan bersaing menggebu
tak satupun yang mendendangkan namaMu
hanya botolbotol pecah di aspal
sisanya menancap di kelopakku
aku seperti mayat yang bangkit dari mati
tak lagi merasa mengenal dunia ini
selamat hari raya idul fitri 1430h
Selamat Hari Lebaran
Mohon maafkan segala kesalahan
Andai rembulan bisa kuhentikan
dia akan kuhentikan
hingga tak akan datang hari lebaran
sampai kata maaf kau berikan
Tapi rembulan tak bisa kuhentikan
karenanya hanya tersisa harapan
kebaikan hatimu untuk memaafkan
Kata-kata marah
membuat hati gundah
Kata-kata indah
membuat hati merekah
Kata-kata kaumaafkan segala salah
membuat hari lebaran cerah
Berenang di samudera biru
sungguh menyenangkan
Namun berenang di samudera maafmu
jauh lebih menakjubkan
Simpatimu sungguh mengagumkan
Sopan santunmu indah menawan
Tutur katamu hangat menentramkan
Maaf yang kauberikan
membuat hari lebaran mengesankan
Sebutir kelapa
Segelas gula
Sesendok vanila
Kumasak jadi geplak
Kuhadiahkan di hari fitri
untuk sarapan pagi.
Sambil kuharap kau sudi
memberiku pengertian
dan pengorbanan
dengan melupakan
semua kesalahan masa silam
Pengertian
Pengorbanan
Mendengarkan
Memaafkan
Hanya itu yang bisa kutawarkan
di hari lebaran
Puasa melatih menahan keinginan
Tarawih melatih tabah lawan kelelahan
Tadarus melatih sabar lawan kemalasan
Ramadhan adalah hari pelatihan
Lebaran adalah saat kemenangan
Selamat merayakan hari Lebaran
Mohon maafkan segala kesalahan
Andai waktu mau berhenti sejenak
Kita bisa lebih lama nikmati ramadhan
Tapi waktu tak mau kompromi
Telah datang hari Idul Fitri
Doaku untuk keberhasilan kita melatih diri
Semoga puasa membuat hidup kita lebih berarti
Duhai cinta yang meraja
di bulan puasa
Setelah hari raya tiba
janganlah kau pergi
dan membuatku merana
karena jauh dari Sang Pencipta
Lapar tak terasa
lelah tak membuat putus asa
kantuk tak membuat terlena
Karena nikmat mencintai-Nya
meraja di bulan puasa
Semoga tak pergi setelah hari raya
Allah yang maha penyayang
turunkan hujan ampunan
di bulan ramadhan.
Dirimu yang penuh kemaafan
kumohon keikhlasan
merelakan segala kesalahan
yang pernah kulakukan
Aku tahu pasti
kau berat hati
melupakan pedihnya
sayatan kekhilafanku
yang membuat hatimu
berdarah-darah luka.
Namun aku tidak putus asa
dengan penuh kerendahan hati
mengemis kebaikanmu
mengharap kerelaanmu
membuka gerbang hati
di hari raya fitri
Indahnya lebaran karena kau bersedia mendengarkan
Cerianya lebaran karena kata-kata indah yang kau ucapkan
Hangatnya lebaran karena pengertian yang kau tawarkan
Lengkapnya lebaran hanya setelah maafmu kau berikan
Allah menunjukkan jalan kebenaran
dengan menurunkan Al Quran
Menusia meraih kebahagiaan
dengan meniti jalan kebenaran
Hari lebaran akan penuh kebahagiaan
bila kau maafkan segala kesalahan
Ulurkan tanganmu
terima rasa sesalku
atas semua kesalahanku
yang kulakukan padamu
Harya Penangsang
ksatria gagah dari Jipang,
Kudanya Gagak Rimang
berlari kencang bagi terbang
Kesalahanku bergantang-gantang
mohon dibiarkan hilang dari pandangan
Noda dosaku yang bagai bayangan
mohon dihapuskan dengan cahaya terang
Perut melilit lapar
Kerongkongan kering
Mata berat bekas tadarus
Namun tangan tetap gagah
menyandang senapan
Tubuh tetap tabah berlari kencang
melawan serbuan tank penjajah
yang menjarah rayah tanah.
Rayakan Idul Fitri
dengan niat suci
bebaskan Masjid Kota Suci
dari cengkraman penjajah keji
Disini aku berdiri
penuh kesadaran diri
atas banyaknya duri-duri
kutancapkan melukai hati
Demi hubungan baik kita
kumohon di hari lebaran
sudilah kau hapuskan
semua dosa dan kesalahan
yang pernah kulakukan
===================
Mohon maafkan segala kesalahan
Andai rembulan bisa kuhentikan
dia akan kuhentikan
hingga tak akan datang hari lebaran
sampai kata maaf kau berikan
Tapi rembulan tak bisa kuhentikan
karenanya hanya tersisa harapan
kebaikan hatimu untuk memaafkan
Kata-kata marah
membuat hati gundah
Kata-kata indah
membuat hati merekah
Kata-kata kaumaafkan segala salah
membuat hari lebaran cerah
Berenang di samudera biru
sungguh menyenangkan
Namun berenang di samudera maafmu
jauh lebih menakjubkan
Simpatimu sungguh mengagumkan
Sopan santunmu indah menawan
Tutur katamu hangat menentramkan
Maaf yang kauberikan
membuat hari lebaran mengesankan
Sebutir kelapa
Segelas gula
Sesendok vanila
Kumasak jadi geplak
Kuhadiahkan di hari fitri
untuk sarapan pagi.
Sambil kuharap kau sudi
memberiku pengertian
dan pengorbanan
dengan melupakan
semua kesalahan masa silam
Pengertian
Pengorbanan
Mendengarkan
Memaafkan
Hanya itu yang bisa kutawarkan
di hari lebaran
Puasa melatih menahan keinginan
Tarawih melatih tabah lawan kelelahan
Tadarus melatih sabar lawan kemalasan
Ramadhan adalah hari pelatihan
Lebaran adalah saat kemenangan
Selamat merayakan hari Lebaran
Mohon maafkan segala kesalahan
Andai waktu mau berhenti sejenak
Kita bisa lebih lama nikmati ramadhan
Tapi waktu tak mau kompromi
Telah datang hari Idul Fitri
Doaku untuk keberhasilan kita melatih diri
Semoga puasa membuat hidup kita lebih berarti
Duhai cinta yang meraja
di bulan puasa
Setelah hari raya tiba
janganlah kau pergi
dan membuatku merana
karena jauh dari Sang Pencipta
Lapar tak terasa
lelah tak membuat putus asa
kantuk tak membuat terlena
Karena nikmat mencintai-Nya
meraja di bulan puasa
Semoga tak pergi setelah hari raya
Allah yang maha penyayang
turunkan hujan ampunan
di bulan ramadhan.
Dirimu yang penuh kemaafan
kumohon keikhlasan
merelakan segala kesalahan
yang pernah kulakukan
Aku tahu pasti
kau berat hati
melupakan pedihnya
sayatan kekhilafanku
yang membuat hatimu
berdarah-darah luka.
Namun aku tidak putus asa
dengan penuh kerendahan hati
mengemis kebaikanmu
mengharap kerelaanmu
membuka gerbang hati
di hari raya fitri
Indahnya lebaran karena kau bersedia mendengarkan
Cerianya lebaran karena kata-kata indah yang kau ucapkan
Hangatnya lebaran karena pengertian yang kau tawarkan
Lengkapnya lebaran hanya setelah maafmu kau berikan
Allah menunjukkan jalan kebenaran
dengan menurunkan Al Quran
Menusia meraih kebahagiaan
dengan meniti jalan kebenaran
Hari lebaran akan penuh kebahagiaan
bila kau maafkan segala kesalahan
Ulurkan tanganmu
terima rasa sesalku
atas semua kesalahanku
yang kulakukan padamu
Harya Penangsang
ksatria gagah dari Jipang,
Kudanya Gagak Rimang
berlari kencang bagi terbang
Kesalahanku bergantang-gantang
mohon dibiarkan hilang dari pandangan
Noda dosaku yang bagai bayangan
mohon dihapuskan dengan cahaya terang
Perut melilit lapar
Kerongkongan kering
Mata berat bekas tadarus
Namun tangan tetap gagah
menyandang senapan
Tubuh tetap tabah berlari kencang
melawan serbuan tank penjajah
yang menjarah rayah tanah.
Rayakan Idul Fitri
dengan niat suci
bebaskan Masjid Kota Suci
dari cengkraman penjajah keji
Disini aku berdiri
penuh kesadaran diri
atas banyaknya duri-duri
kutancapkan melukai hati
Demi hubungan baik kita
kumohon di hari lebaran
sudilah kau hapuskan
semua dosa dan kesalahan
yang pernah kulakukan
===================
Ketika Ramadhan Pergi….
Sebagai bulan yang kucintai
aku sedih saat kau pergi
tak banyak yang kuberi
saat bersamamu setiap hari
Alangkah malunya hati ini
kesempatan yang diberi Ilahi
tak banyak kumanfaati
Betandan-tandan pahala yang Dia janji
seolah-olah sesuatu tak berarti
Masih banyak waktu aku terbuai
sesuatu tak bermanfaat bagi diri
Banyak kesempatan beramal
kubiarkan berlalu tanpa arti
Namun aku masih berharap kemurahan Ilahi
Walau hanya sedikit amal ibadah Ramadhan ini
Membawa diriku selangkah menaiki
Tangga ketakwaan pada Ilahi
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf lahir dan batin
Semoga puasa sebulan membawa kita
mencapai derajad takwa
Nasib…
Kejadian buruk saat ini
boleh jadi baik saat nanti
ilmu manusia sedikit sekali
jangan sedih hasrat tak tercapai
Nasib kita saat ini
anggaplah jalan yang harus dilalui
untuk sesuatu lebih besar nanti
yakinlah kebenaran rencana Ilahi
asalkan kita patuh di jalan nabi
tekun berusaha sepenuh hati
tak akan kecewa diakhir nanti
Bulan Ramadhan melatih diri
disiplin patuhi perintah Ilahi
menahan nafsu di siang hari
kuucapkan Selamat Idul Fitri
bila aku ada salah mohon dimaafkan
kita rayakan hari kemenangan
belajar tidak silau nikmat sekarang
demi masa depan kita berkorban
Kegagalan…
Baru sekarang kusadari
kegagalan di masa lalu
menunjukkan padaku jalan baru
yang sangat berguna saat ini
andai aku tak gagal saat itu
tak akan kumiliki ketrampilan ini
tak akan sampai aku di tempat ini
Terimakasih atas kegagalanku
yang telah membuka pintu baru
menuju diriku saat ini
Selamat Hari Lebaran
Mohon maaf segala kesalahan
Semoga deretan kegagalan
akan menambah keyakinan
betapa kecilnya ilmu insan
begitu dahsatnya ilmu Tuhan
Kematian…
Bila tahu esok kematian datang
Segala urusan kecil terlupakan
Segala tetek bengek diabaikan
Segala keputusan ditimbang matang
Abaikan alasan dangkal dan kekanak-kanakan
Pentingkan nasib setelah kematian
Utamakan hikmah dan kebenaran
Teguh disiplin di jalan Tuhan
Karena semua materi ditinggalkan
Harta dan jabatan tak dibawa ke kuburan
Hanya amal kebenaran yang jadi kawan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Segala kesalahan mohon dimaafkan
Semoga kita menjadi insan bertakwa
Pasrah…
Peristiwa yang telah berlalu
Semua yang lepas dari tanganmu
Semua yang luput darimu
membuatmu sedih termangu
tergeletak lemas tanpa daya
Tak perlu seperti itu
Tak perlu larut dalam sedihmu
Boleh jadi hanya kurang ilmumu
Semua yang luput darimu
Boleh jadi tak baik buatmu
Semua yang lepas dari tanganmu
Boleh jadi tak cocok buatmu
Hanya dia yang tahu segalanya
Hanya dia yang tahu terbaik buat kita
Dialah sebaik-baik sandaran
Pada-Nya semua kita pasrahkan
Ramadhan semoga perkuat keyakinan
bersandar pada kehendak Tuhan
Bukan Pujangga…
Aku bukan pujangga
berkeindahan kata-kata
Aku bukan raja
berkegagahan para ksatria
Aku bukan seniman
bermahkotakan keindahan
Aku hanyalah insan
yang merindukan ketentraman
Aku hanyalah pesakitan
yang merindukan keringanan
Karenanya berilah aku kerelaan
atas kesalahan yang kulakukan
agar tidurku dalam kenyamanan
Semoga kita senantiasa dekat dengan Tuhan
Semoga Ramadhan menjadi ajang latihan
untuk berdisiplin jalani perintah Tuhan
Semoga puasa sebulan membawa kita
menuju derajad takwa.
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Semoga Amal Ibadah Kita Diterima Ilahi
Sahabat…
Sahabat duduklah disini
mari kita bicara dengan hati
aku tak bermaksud menertawai
apalagi menghakimi
kau boleh cerita sesuka hati
singkap masalah yang tertabiri
bagi rahasiamu mulutku terkunci
Satu pintaku Sahabat di Hari Fitri
lepaskanlah beban dalam hati
untukmu aku ada disini
kuberikan pikiran, tangan dan kaki
bersama-sama kita cari solusi
sesuai jalan yang diridhai Ilahi
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf atas Segala Kesalahan Diri
Aku Tanpa-MU….
Bagai terjebak di lautan dalam tak berdasar
diombang-ambing ombak nan dahsyat
diatas ombak ada ombak lagi yang lebih dahsyat
diatasnya gumpalan awan gelap gulita
awan hitam yang tindih menindih
saat ku keluarkan tangan tak dapat kulihat
gelap gulita hitam pekat dingin tanpa cahaya
Di dasar kegelapan ini hanya satu harapku
harapku hanya pada petunjuk-Mu
harapku hanya limpahan cahaya-Mu
selamanya aku dalam gelap tanpa-Mu
hanya dengan petunjuk-Mu
bangkit dari khawatir di hatiku
hanya dengan tuntunan-Mu
lepas dari duka cita yang menyelimutiku
hanya bila berpegang pada pedoman-Mu
bahagia selamanya untukku
Budak Nafsu…
Seperti anjing yang menjulurkan lidah
Para budak nafsu mengabaikan firman Tuhan
Menolak derajat tinggi, merindu derajat rendah
Menjilati lendir-lendir dosa tanpa malu
Merendahkan diri mengabdi nafsu
Jika kau usir dia menjulurkan lidah
Jika kau biarkan dia menjulurkan lidah
Menolak surga, menjilati siksa neraka
Sungguh manusia yang malang
Nafsu dia jadikan tuhan
Kesenangan dia jadikan pedoman
Kesesatan dia jadikan jalan
Telah terkunci pendengaran
hingga tak dengar seruan kebenaran
Telah terkunci penglihatan
hingga tak lihat petunjuk kebenaran
Tersesat tanpa petunjuk jalan
tanpa seorang-pun mampu menyadarkan
=========================
Monday, August 17, 2009
Friday, August 7, 2009
AGUS FITRIA HAFID

Nama : Agus Fitria Hafid
TTL : Semarang, 04 sept 19**
Alamat : Jangkungan, Salatiga
Hobi : Bulutangkis, wushu, lihat di fb'q
Wednesday, August 5, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)





